Ponsel pintar kelas atas terbaru dari Vivo, X300 Ultra, dikabarkan segera meluncur di pasar global, termasuk Indonesia. Indikasi kuat ini muncul setelah perangkat dengan nomor model V2562 tersebut berhasil mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia pada Januari 2026. Kehadiran sertifikasi ini menjadi sinyal penting bahwa Vivo X300 Ultra semakin dekat dengan debut resminya, menandai langkah strategis Vivo untuk menghadirkan lini “Ultra” mereka ke pasar internasional, tidak lagi eksklusif di Tiongkok.
Sebelumnya, perangkat ini juga telah terdaftar di database IMEI dan platform sertifikasi European Economic Community (EEC), semakin memperkuat spekulasi mengenai ketersediaan globalnya. Peluncuran global Vivo X300 Ultra diprediksi akan mengubah peta persaingan segmen premium, mengingat model “Ultra” sebelumnya seperti X100 Ultra dan X200 Ultra, hanya tersedia di pasar Tiongkok. Ini merupakan kesempatan pertama bagi konsumen di luar Tiongkok untuk merasakan langsung inovasi puncak dari seri Ultra Vivo.
Berdasarkan berbagai bocoran dan rumor, Vivo X300 Ultra diproyeksikan akan membawa sejumlah spesifikasi kelas atas yang menempatkannya sebagai penantang serius di segmen flagship. Salah satu fitur yang paling menonjol adalah kemampuan kameranya. Perangkat ini disebut-sebut akan dilengkapi dengan pengaturan tiga kamera belakang yang revolusioner.
Konfigurasi kamera belakang Vivo X300 Ultra diperkirakan mencakup sensor utama Sony LYT-901 200MP dengan Optical Image Stabilization (OIS), sensor ultra-wide Sony LYT-828 50MP, dan kamera telefoto periskop Samsung HPB 200MP. Yang lebih menarik, ponsel ini diharapkan memperkenalkan fitur continuous optical zoom multi-focal-length (rentang 35mm-85mm), yang memungkinkan pembesaran mulus tanpa kehilangan detail, berbeda dengan lensa telefoto standar yang mengandalkan pemotongan digital. Inovasi ini diklaim akan memberikan pengalaman fotografi yang lebih baik dalam penggunaan sehari-hari, bahkan mengungguli implementasi pesaing. Selain itu, kamera depan juga akan memiliki resolusi tinggi 50MP dengan dukungan autofokus.
Dari segi performa, Vivo X300 Ultra diprediksi akan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset ini merupakan penerus dari Snapdragon 8 Gen 4 yang diluncurkan pada Oktober 2024. Snapdragon 8 Elite Gen 5 diharapkan membawa peningkatan signifikan dalam hal kinerja CPU dan GPU, serta efisiensi daya, menempatkan X300 Ultra di garis depan persaingan performa ponsel pintar. Beberapa sumber juga menyebutkan kemungkinan penggunaan MediaTek Dimensity 9400+ yang diumumkan pada April 2025, sebagai alternatif atau varian di pasar tertentu.
Sektor layar juga menjadi perhatian utama. Vivo X300 Ultra dikabarkan akan mengusung panel datar BOE LTPO berukuran 6,82 inci dengan resolusi 2K (sekitar 1440×3168 piksel). Layar ini diharapkan menawarkan akurasi warna terbaik, dukungan teknologi LTPO untuk refresh rate adaptif, dan bezel tipis di keempat sisinya. Keputusan untuk menggunakan layar datar ini juga disebut-sebut sebagai respons terhadap preferensi sebagian pengguna yang kurang menyukai layar melengkung.
Untuk daya tahan, Vivo X300 Ultra diperkirakan akan dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas besar, sekitar 7.000 mAh, yang menjanjikan penggunaan multi-hari bahkan dengan pemakaian 5G intensif. Kapasitas ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan flagship pesaing dan akan didukung oleh teknologi pengisian cepat. Beberapa laporan menyebutkan dukungan pengisian cepat hingga 100W atau 120W.
Vivo telah lama dikenal dengan kemitraannya bersama ZEISS, yang membawa inovasi optik profesional ke dalam fotografi ponsel. Kolaborasi ini telah menghasilkan peningkatan signifikan seperti lapisan multi-lapis untuk mengurangi efek ghosting dalam kondisi cahaya rendah, serta efek potret sinematik. Dengan X300 Ultra, Vivo kemungkinan akan terus memperdalam integrasi teknologi ZEISS, termasuk peningkatan pada lensa APO (Apochromatic) untuk koreksi aberasi kromatik yang lebih baik dan reproduksi warna yang akurat.
Peluncuran Vivo X300 Ultra di Indonesia akan memperkuat posisi Vivo di pasar ponsel pintar premium yang semakin kompetitif. Pada kuartal ketiga 2025, Vivo menempati posisi keempat di pasar Indonesia dengan pangsa pasar 16%, bersaing ketat dengan merek-merek lain seperti TRANSSION, Xiaomi, OPPO, dan Samsung. Kehadiran flagship dengan fitur-fitur inovatif seperti X300 Ultra diharapkan dapat mendongkrak pangsa pasar Vivo di segmen atas.
Meskipun belum ada tanggal rilis resmi dari Vivo Indonesia, sertifikasi TKDN yang telah diperoleh menunjukkan bahwa peluncuran tidak akan lama lagi, kemungkinan pada kuartal kedua 2026. Para penggemar teknologi dan fotografi di Indonesia dapat menantikan kehadiran perangkat ini sebagai pilihan baru yang menjanjikan performa dan kemampuan fotografi kelas profesional.



